free web counter

Members of Muslimin

All My Crews

Members of Muslimat

Semester 09/10

Academic Year 2009/2010

Semester II
Lectures28.12.2009 - 12.02.2010
Break13.02.2010 - 21.02.2010
Lectures22.02.2010 - 11.04.2010
Revision12.04.2010 - 18.04.2010
Examination19.04.2010 - 09.05.2010
Special Semester
Lectures and Examination10.05.2010 - 27.06.2010
Break10.05.2010 - 04.07.2010S

Labels

Basshunter - All I Ever Wanted

Radio Malaysia Online

Followers

About Me

My photo
Ipoh, Perak, Malaysia
Al-kisah dimaktubkan nama pada diri ini Muhammad Syafaat Bin Mohd Azli.Merupakan Putera Sulong dari 7 adik-beradik yang dilahirkan di Gerik ,Negeri Perak Darul Ridzuan.Kini putera ini semakin membesar dan mendapat pendidikan awal di Sekolah Seri Adika Raja,Gerik.Kemudian di awal remaja meneruskan pengajian di Madrasah Idrisiah Kuala Kangsar dan Sekolah Menengah Raja Dr. Nazrin Shah(SARJANA).Seterusnya putera meneruskan pengajian di Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya,Nilam Puri Kelantan.Kini putera berada di Universiti Malaya Kuala Lumpur dalam Ijazah Sarjana Muda Syaridah dan Undang-undang selama 4 Tahun.Putera merupakan mantan Jawantankuasa Kebajikan dan kemasyarakatan di APIUM Nilam Puri.

ShoutMix chat widget
Showing posts with label TAZKIRAH. Show all posts
Showing posts with label TAZKIRAH. Show all posts

MEMBENTUK KECEDASAN ROHANI MELALUI PUASA

Posted by Alsyuk


Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Al Ma'idah: 93)

Selama ini manusia cenderung lebih menekankan kecerdasan intelektual (IQ), tanpa mempertimbangkan potensi kecerdasan yang lain dan menganggapnya sebagai satu-satunya kecerdasan yang bisa membawa manusia pada kemajuan. Hal itu justru mengakibatkan terjadinya berbagai kerusakan pada kehidupan manusia di bumi ini.

Jika manusia selain memiliki kecerdasan intelektual juga memiliki kecerdasan rohaniah maka tentu lain kondisinya. Kecerdasan rohaniah ini akan menuntun manusia untuk bertindak dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya kepada Allah, manusia dan alam. Namun tidak semua manusia dapat menumbuhkan dan mengembangkan kecerdasan rohaniahnya tanpa disertai niat dan usaha yang sungguh-sungguh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pelaksanaan ibadah puasa.

Kecerdasan rohaniah atau transcedental intelligence adalah kecerdasan yang berpusat pada rasa cinta yang mendalam kepada Allah dan seluruh ciptaan-Nya. Atau kemampuan seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya atau bisikan kebenaran yang dalam mengambil keputusan atau melakukan pilihan-pilihan, berempati dan beradaptasi. Kecerdasan rohaniah merupakan esensi dari seluruh kecerdasan yang ada, karena berada pada nilai-nilai keimanan kepada Ilahi. Salah satu indikator kecerdasan rohaniah adalah takwa. Takwa atau senses of responsibility, mengandung pengertian tidak hanya sebagai pengetahuan, namun juga merupakan sebuah dorongan untuk menunjukan bukti tanggungjawab atas apa yang diketahuinya. Allah SWT telah memerintahkan umat manusia untuk bertakwa sebagai mana tertuang dalam ayat tersebut di atas. Terkandung di dalamnya kaitan antara takwa (tanggungjawab), iman (prinsip) dan amal saleh yang merupakan indikasi kecerdasan rohaniah.

Untuk mewujudkan rasa takwa dan meningkatkan iman, maka manusia harus melakukan satu bentuk amal saleh, yaitu perbuatan yang ditujukan semata-mata untuk Allah dan mengandung nilai-nilai kebaikan. Salah satu bentuk tersebut juga merupakan kewajiban bagi umat Islam untuk mengerjakannya adalah puasa. Puasa merupakan bentuk ibadah kepada Allah yang mengandung pesan moral, tidak hanya masuk ke wilayah pribadi yang bersifat individual dan psikologis, namun juga masuk ke wilayah sosial, politik, ekonomi dan kultural.

Tetapi puasa tidak serta merta menjamin seseorang pasti menjadi saleh dan takwa. Hal itu dikarenakan hasil puasa tergantung pada pengertian dan niat orang yang bersangkutan. Jika seseorang dapat memahami tujuan puasa dan mencoba untuk mencapainya, maka orang tersebut akan menjadi saleh dan takwa (seperti disebutkan Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah: 183)

Puasa pada bulan Ramadan ini, merupakan pendidikan tingkat tinggi bagi jiwa. Puasa melatih manusia untuk meninggalkan hawa nafsu yang paling kuat yaitu hawa nafsu perut dan hawa nafsu seksual, dengan tujuan mencapai keridhaan Allah SWT.

Mengenai ibadah puasa ini, Dr. Ali Abdul Hakim Mahmud berpendapat bahwa puasa adalah “sekolah” yang lengkap untuk mendidik jiwa, bahkan jiwa dan jasmani sekaligus. Pada hakikatnya, puasa sebagai sarana bagi manusia untuk membentuk dua hubungan yaitu hubungan dengan Allah SWT (hablun min Allah) dan hubungan dengan manusia (hablun min al-naas). Pembentukan hubungan dengan Allah SWT karena puasa mengandung pengertian penghambaan seumur hidup kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam QS Adz-Dzariyat: 56 “Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada- Ku”. Adapun pembentukan hubungan dengan manusia karena dengan berpuasa manusia dapat merasakan penderitaan kelaparan orang-orang yang miskin.

Sehingga dalam diri orang yang berpuasa tumbuh solidaritas sosial yang tinggi untuk membantu saudaranya yang menderita kekurangan. Dengan berpuasa juga seseorang dilatih untuk mengontrol dirinya atau untuk latihan kesabaran.

Bagaimanapun, puasa merupakan sarana untuk membersihkan hati. Sedangkan hati adalah pusat dari kecerdasan rohaniah yang perlu mendapat pendidikan rohani. Karena dengan hati Allah ingin memanusiakan manusia, memuliakannya dari segala makhluk ciptaan-Nya dan karena hati pula manusia membinatangkan dirinya. Terhimpunnya perasaan moral dalam hati manusia, akan mendorong manusia untuk menampilkan bentuk tindakan yang berorientasi pada prestasi (amal saleh), sehingga tumbuhlah kecerdasan rohaniah yang paling awal yaitu kesadaran untuk bertanggung jawab.

Pada akhirnya ibadah puasa sebagai bentuk pendidikan rohani yang bertujuan membentuk kecerdasan rohaniah, akan memberikan pengaruh pada diri manusia; pertama, Membersihkan dan menjernihkan jiwa seseorang dari sifat negativisme dan sikap menyerah. Kedua, Membiasakan seseorang mencintai kebajikan dan kebenaran karena jiwanya telah bertautan dengan Allah SWT. Ketiga, Menjadikan seseorang berpegang teguh pada metode yang telah dipilih Allah SWT sebagai agama untuk seluruh manusia. Keempat, mendorong manusia untuk mencintai dan saling kasih sayang dengan sesama. Kelima, mengajarkan seseorang agar tidak melakukan kesalahan dan tidak melanggar ketentuan Islam, baik berupa hukum, syariat maupun etika. Keenam, membiasakan rohani seseorang untuk mencintai kebaikan dan membenci keburukan sehingga selalu siap melakukan amar ma'ruf nahi munkar.

Sebagai penutup tulisan ini, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan rohaniah yang dicapai melalui ibadah puasa, bertumpu pada ajaran cinta (mahabbah) yang akan melahirkan sebuah kepedulian yang sangat kuat terhadap moral dan kemanusiaan. Orang yang memiliki kecerdasan rohaniah akan senantiasa tampil sebagai sosok yang penuh moral cinta dan kasih sayang, mencintai dan ingin dicintai karena Allah SWT. Dengan pemilikan dan penguasaan kecerdasan rohaniah inilah maka, krisis dan bencana yang menimpa bangsa ini akan teratasi dengan baik. Insya Allah. (*)

Amalan zikir, surah pendek pengisi masa paling berkesan

Posted by Alsyuk

AKTIVIS pertubuhan Islam di Amerika Syarikat, Dr Hisham Yahya Al-Talib pernah menulis, “Apakah yang terpanjang, terpendek, terpantas dan sangat perlahan, kita semua tidak mengendahkannya, tetapi selepas itu, kita semua menyesalinya?

“Tiada apa pun yang dapat dilakukan tanpanya, ia menelan segala yang kecil dan membina segala yang besar?”

Itulah masa.


Masa adalah yang terpanjang kerana masa adalah ukuran keabadian dan juga yang terpendek. Hal ini kerana tiada seorang pun antara kita yang mempunyai masa yang cukup untuk menyiap atau menyempurnakan segala tugas dalam kehidupan.

Bagi mereka yang gembira, masa berlalu terlalu cepat. Tetapi bagi mereka yang menderita, masa berlaku terlalu lambat.

Tiada apa-apa pun yang dapat dilakukan tanpanya. Hal ini kerana masa adalah satu-satunya pentas kehidupan kita. Masa juga adalah unsur asas bagi pembentukan kehidupan.

Masa menelan semua yang tidak berfaedah daripada generasi dalam bentuk kelalaian dan mengekalkan semua yang hebat dan berharga.

Manusia terbahagi kepada dua kategori. Pertama, manusia malang iaitu kumpulan yang murung atau pasif yang selalu memulakan sesuatu pada keesokan hari atau dengan perkataan lain, suka bertangguh.

Satu kategori lagi ialah kumpulan manusia yang hebat dan bersedia melakukan sesuatu berfaedah dengan segera. Bagi mereka tidak ada hari esok.

Membuang masa bukan hanya satu jenayah biasa, sebaliknya satu pembunuhan kejam.

Ramai percaya kepada ungkapan masa itu emas atau masa itu wang. Anehnya, kita tidak pernah terfikir untuk membiarkan sesiapa pun mencuri wang kita walaupun hakikatnya membiarkan manusia serta benda lain meragut masa kita.

Setiap pagi apabila bangun daripada tidur, buku catatan sudah tersedia untuk dipenuhi dalam masa 24 jam.

Diriwayatkan bahawa Rasulullah pernah bersabda bermaksud: “Pada setiap kali terbit fajar, ada dua malaikat menyeru: “Wahai anak Adam, aku adalah hari yang baru dan aku datang untuk menyaksikan semua amalan kamu.

“Oleh itu manfaatkan aku sebaik-baiknya kerana aku tidak kembali lagi hingga Hari Kiamat.”

Pada setiap hari, masa perlu diisi dengan perkara berfaedah dan mendatangkan kebaikan sama ada di dunia atau akhirat.

Sebagai manusia yang dikurniakan akal, kita boleh berfikir dan merancang pekerjaan yang mendatangkan keuntungan di dunia dan akhirat.

Rasulullah mengajar kita pelbagai amalan yang boleh dilakukan pada minit terluang yang biasanya dibiarkan berlalu begitu saja.

Apa-apa yang diajar kepada kita, sebenarnya sangat mudah. Tetapi, faedahnya cukup besar, terutama sebagai bekalan untuk menghadapi hari kemudian yang semakin hampir.

Antaranyaialah membaca Surah al-Mulk. Surah yang mengandungi 30 ayat itu boleh dibaca dalam masa lima minit saja. Surah ini jika dibaca setiap hari dapat menyelamatkan kita daripada seksaan kubur.

Dalam satu riwayat, Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Sesungguhnya aku bercita-cita supaya surah ini terpahat dalam hati setiap insan dari kalangan umatku.”

Surah al-Waqi’ah yang mengandungi 96 ayat dan boleh dihabiskan dalam masa lapan minit juga elok dijadikan amalan. Rasulullah bersabda maksudnya: “Sesiapa yang membaca Surah al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan menjadi papa selama-lamanya.”

Begitu juga dengan Surah Yasin yang mengandungi 83 ayat dan memakan masa 12 minit untuk dibaca. Kegunaannya seperti yang diakui oleh kebanyakan ulama

bahawa tidak dibacakan surah ini ketika berada dalam kesulitan kecuali dimudahkan Allah kesulitan itu.

Mungkin ada yang berasa sukar untuk membaca surah di atas jika tidak menghafaznya. Bagi mereka ada gantinya. Bacalah ‘Qul Huwallahu Ahad’ (Surah al-Ikhlash) sebanyak tiga kali yang mengambil masa 15 saat saja. Pahalanya menyamai dengan membaca sebuah al-Quran!

Zikir tertentu sangat besar gunanya. Dinyatakan oleh Rasulullah dalam hadis yang bermaksud: “Sesiapa yang berkata ‘Subhanallah wa biham dihi’ ditanamkan untuknya sebatang pokok kurma di syurga.”

Dalam riwayat lain Baginda bersabda bermaksud: “Sesiapa yang berkata ‘Subhanallah wa biham dihi’ 100 kali dalam sehari, dihapuskan kesalahannya meskipun kesalahan itu sebanyak buih di lautan.”

Pengulangan zikir itu sebanyak 100 kali hanya memerlukan masa hanya tiga minit.

Sudah ada kebun kurma di syurga, pastinya kita memerlukan kediaman untuk beristirehat.

Untuk mendapat sebuah rumah, Rasulullah mengajar umatnya supaya mengerjakan solat sunat rawatib 12 rakaat dalam satu hari, dua rakaat sebelum fardu Subuh, dua sebelum fardu Zuhur serta dua selepasnya, dua selepas fardu Maghrib dan dua selepas fardu Isyak.

Setiap dua rakaat solat sunat rawatib itu memakan masa tiga minit, maka 12 rakaat hanya memerlukan 18 minit.

Itu hanya contoh. Jika dikira sekalipun, jumlah amalan itu tidak sampai satu jam daripada 24 jam yang Allah berikan kepada kita.

Namun begitu jika tidak dirancang, masa itu berlalu dengan sia-sia. Banyak lagi ayat dan zikir pada waktu pagi, petang atau malam yang boleh diamalkan, khususnya pada waktu terluang yang biasanya dibiarkan berlalu begitu saja.

Ibnu Mas’ud berkata bahawa Rasulullah bersabda kepadanya: “Aku bertemu dengan Nabi Ibrahim pada malam aku diisrakkan. Baginda berkata kepadaku: “Wahai Muhammad! Sampaikan kepada umat kamu salam dariku.

“Khabarkan kepada mereka, sesungguhnya syurga adalah tanah yang subur, airnya jernih lagi nyaman. Ia kosong dan lapang. Tanamannya ialah: Subhanallah, walhamdulillah, walailahaillallah, Allahu Akbar.” (Hadis riwayat at-Tirmizi).


Perlu diingat bahawa apa-apa pun yang dilakukan harus berdasar kepada keimanan yang tulus suci dan keikhlasan yang murni.

Tanpa keikhlasan amalan itu tidak bermakna dan hancur laksana debu berterbangan.

Firman Allah bermaksud: “Dan Kami tujukan perbincangan kepada apa yang mereka kerjakan daripada jenis amal (yang mereka pandang baik), lalu Kami jadikan dia terbuang sebagai debu yang berterbangan.” (Surah al-Furqan, ayat 23)

Amalan baik yang dilakukan dengan perancangan betul, berlandaskan keimanan dan mengharap rahmat serta reda Ilahi pasti membuahkan kejayaan baik di dunia mahupun akhirat.

Firman Allah bermaksud: “Sesiapa yang beramal salih, baik lelaki atau perempuan, sedang dia beriman, maka sesungguhnya Kami akan menghidupkan dia dengan kehidupan yang baik; dan sesungguhnya Kami akan membalas mereka dengan memberikan pahala yang lebih baik daripada apa yang mereka kerjakan.” (Surah An-Nahl, ayat 97).

TANGGUNGJAWAB PEMUDA ISLAM

Posted by Alsyuk

Di Antara Kewajipan Pemuda Islam

Pentingnya saya katakan bahawa peranan dan tanggungjawab pemuda Islam hari ini bukanlah satu perkara biasa kerana ia adalah amanah bagi setiap pemuda Islam yang beriman terutama yang yang bijak pandai yang mempelajari ilmu agama yang mana mereka yang menitik beratkan dan melibatkan diri dalam menyebarkan dakwah Islam dan bangun bekerja untuk Islam dengan bersungguh-sungguh hari ini..

1.Pertamanya , Anda harus memperkenalkan hakikat Islam dengan secara terperinci dan sempurna,agar mereka benar-benar menjadi muslim dari semua aspek sama ada hati , perasaan , ilmu , akidah dan sebagainya.Kerana ini agar anda semua menjadi benar-benar faham dan bersanggupan untuk melaksanakan kerja Islam setelah mana mereka cukup dengan kelengkapan dan kemampuan yang sesuai yang digariskan oleh Islam.

2.Pemuda Islam hari ini wajib menjadi agen untuk membetulkan budi pekerti yang menyeleweng , memperbaiki adat yang telah serong dari syariat Islam sebagaimana yang dipraktikan dalam Islam.Percanggahan antara perkataan dan amalan ini akan menumbuhkan bibit nifaq dalam jiwa sekaligus akan menghilangkan kepercayaan.Hal ini dapat diatasi dengan keselarasan perkataaan dan amalan kita yang digariskan dalam Islam.Sesungguhnya orang yang bercakap atau berkata apa yang ia tidak lakukan akan mendatangkan kemudaratan terhadap dakwahnya.Firman Allah :

maksudnya:"Wahai orang-orang yang beriman ! mengapa kamu berkata barang yang tidak kamu kerjakan.Besarlah kemurkaan di sisi Allah bahawa kamu berkata barang yang kamu tidak kerjakan" (surah Al-Sof :2-3)


3.Proses penyebaran ilmu harus ditingkatkan sama ada dengan buah fikiran atau tenaga kerja yang dikurnia Allah dalam berdakwah.Ianya harus dilebarkan lagi usaha ini sama ada dengan tulisan mahupun dengan ucapan.Pemuda Islam hari ini haruslah membuat pengkajian akan asas tamadun barat dan tamadun Islam bagi mencari kebenaran yang hakiki supaya kita dapat membebaskan fikiran dan jiwa orang Islam daripada meniru teori barat yang banyak menipu golongan Islam sejak berzaman-zaman.

4.Peranan seterusnya harus dimainkan adalah meranacng,menyusun dan membentangkan undang-undang Islam yang paling sesuai dam munasabah dalam menyakinkan dan menarik generasi baru bahawa undang-undang Islam adalah benar dan betul untuk dipraktikkan dalam amalan seharian. Anda hendaklah mampu meyakinkan mereka bahawa jika mereka
mengamalkan sistem Islam mereka bukan sahaja akan maju ke depan, malah
mereka akan mendahului bangsa lain dalam semua cabang kehidupan.
Sesungguhnya makin luas daerah kegiatan kerja anda dan makin betul
dengan manhaj Islam maka makin bertambah banyaklah bilangan
pendakwah, bilangan pendokongnya dan bilangan orang yang berpengaruh
dengannya di dalam tiap perjuangan hidup. Dan tugas anda ini hendaklah
diteruskan untuk jangka masa yang panjang hingga tiba suatu hari, di mana
akan lahir kumpulan manusia yang ramai, yang beriman dengan tugas
dakwah dan bergabung di bawah panji dakwah Islamiyyah. Kumpulan ini
sangat kita perlukan untuk mengikat bangunan negara di atas tiang-tiang
seri yang berlandaskan Islam.

Termasuk di dalam perkara sia-sia sekiranya kita mengira bahawa
perubahan Islam secara lengkap dan sempurna boleh wujud dengan tidak
didahuluinya oleh persiapan yang cukup. Jika di takdirkan perkara itu
berhasil juga dengan tiada persiapan yang cukup lengkap maka perkara itu
tidak akan tahan lama dan terasnya tidak akan bertapak kukuh di bumi.

4. Hendaklah anda gabungkan tiap-tiap orang yang berminat dengan dakwah
Islamiyah kepada usrah dan kumpulan anda. Hendaklah anda menyusun
orang-orang yang ada di kalangan mereka dalam satu jemaah yang kuat,
yang mempunyai disiplin yang kukuh dan mempunyai perlembagaan yang
utuh hingga kelemahan dan kelonglaian tidak boleh menyelit dicelah-celah
barisan anda.Sesungguhnya semata-mata membentuk jemaah di kalangan manusia yang
telah bersetuju dengan dasar tertentu tanpa ada penyusunan yang licin,
kukuh dan segala gerak kerjanya di tolak oleh perasaan taat dan patuh, maka
itu adalah pekerjaan yang cacat tidak akan membuahkan natijah. Ini telah
dibuktikan oleh pengalaman dan pengajaran yang telah lepas. Orang yang
berpengalaman sahaja dapat menjelaskan kepada anda.

5. Begitu juga anda mesti bekerja keras menyebar dakwah di kalangan orangorang
awam hingga anda boleh menyingkap kabus kejahilan mereka. Anda
jadikanlah mereka itu terang benderang mengenai agama mereka, sehingga
mereka dapat membezakan di antara yang buruk dari yang baik.
Demikian juga anda mesti bekerja keras memperbaiki budi pekerti mereka,
meninggikan taraf pemikiran dan fahaman mereka terhadap Islam supaya
mereka dapat berdiri tegak dan teguh dalam menghadapi serangan ideologi,
seruan kepada maksiat dan kefasikan yang sedang bermaharaja lela di
negeri-negari Islam, dengan dibantu dan dokongan dari kerajaan yang telah
rosak.

Ini adalah penting kerana :

-Bumi yang rakyatnya telah mempertuhankan syahwat dan kelazatan hidup
tidak boleh menjadi bumi yang baik untuk dibangunkan negara Islam,

-Bila lahirnya sikap pura-pura dan merebaknya kejahatan yang menyeluruh
di kalangan umum manusia, mustahillah untuk dibangunkan dasar dan
undang-undang Islam di kalangan para pendusta, pengkhianat dan orangorang
fasik. Sejauh mana mereka boleh hidup dengan dasar dan sistem kafir maka
sejauh itulah mereka tidak boleh hidup dengan dasar dan sistem Islam.

6. Jangan anda cuba membangun dasar-dasar Islam di atas asas yang
tidak sihat, di atas tiang seri yang lemah dan di atas tunjang yang bergoyang.
Anda mesti bersabar dahulu di dalam masalah ini, kerana matlamat yang
mahu kita capai itu ialah matlamat yang besar, yang bertujuan membaiki
nilai-nilai kemanusiaan, memberikan fahaman kepada manusia dan
mengembalikan mereka ke kandang Islam sesudah mereka berada di dalam
kemurtadan sejak beberapa lama. Kerja-kerja yang baik seperti ini
memerlukan keteguhan dan kesabaran dan pemikiran yang matang.
Anda pasti menghayung langkah kedepan dan tiap langkah mesti
berwaspada, bijaksana dan berhati-hati. Dan jangan anda terlalu cepat
menghayung langkah baru sebelum anda mengulangi hasil langkahan anda
dahulu serta menganalisa natijahnya : Adakah langkahan itu berjalan di atas
jalan yang telah digariskan, adakah ia memberi natijah yang diharapkan. Antara
hakikat yang mesti diterima ialah gopoh gapah itu adalah suatu perkara
yang tidak selamat akibatnya.

Contohnya - kita menyertai di dalam suatu kementerian yang tidak betul dan
tidak beriman dengan dengan dasar-dasar kita - Harapan kita menyertai di
dalam kementerian itu akan memberi suatu langkah yang boleh mendekati
kepada tujuan-tujuan kita. Tetapi itu adalah perkara yang salah kerana
pengalaman lalu membuktikan bahawa usaha yang seumpama ini tidak akan
membuahkan natijah yang baik, kerana orang yang memegang teraju
pemerintahan, merekalah yang menetapkan polisi pemerintahan dalam dan
luar negerinya dan menyelenggarakan polisi pemerintahan itu berdasarkan
kepentingan dan nafsu mereka. Penyertaan kita bersama mereka dengan
membawa tujuan yang baik, bersih dan mulia terpaksa berganding bahu
dengan mereka dan terpaksa menyesuaikan dengan perjalanan mereka. Ini
memberi erti bahawa pada akhirnya kita akan jadi trompet dan alat mainan
di tangan mereka, yang boleh mereka lakukan terhadap kita mengikut
sesuka hati mereka.

Wallahu a'lam.

ANTARA DUA JALAN

Posted by Alsyuk



Firman Allah SWT: maksudnya;

“Dan Kami telah tunjukkannya dua jalan (jalan kebajikan dan jalan kajahatan).” (al-Balad: ayat 10)

“Apakah manusia menyangka bahawa ia akan dibiarkan begitu sahaja (tanpa dipertanggung-jawabkan).” (al-Qiyamah: ayat 36)

Telah ditentukan bagi manusia jalan yang ditempuhinya. Allah SWT telah menggariskan jalan tersebut di sisi-Nya dan meletakkan di hadapan manusia panji-panji matlamat kehidupan dan juga hikmat kejadiannya. Firman Allah SWT: maksudnya;

“Apakah kamu mengira bahawa Kami menjadikan kamu secara sia-sia sahaja dan kamu semua tidak akan dikembalikan kepada Kami. Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya.” (al-Mu’minun: ayat 115-116)

Orang yang berbahagia ialah orang yang telah bertemu dengan pertolongan-Nya. Orang yang telah ditarik oleh cahaya hidayah-Nya. Mereka telah meneroka dengan pandangan mereka segala kabus yang telah menutup kealpaan dan kelalaian mereka selama ini. Seterusnya mereka tahu akan marhalah-marhalah perjalanan dan melangkah menuju ke matlamatnya. Firman Allah SWT: maksudnya;

“Maka segeralah kembali mentaati Allah . Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata daripada Allah untukmmu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan (Ilah) yang lain di samping Allah.Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata daripada Allah untukmu.” (az-Zariyat: ayat 50-51)M

Apa sahaja yang menyebabkan manusia terpesong daripada sampai kepada-Nya, atau mengubah serta menyelewengkan manusia daripada menghadap-Nya, atau memisahkan manusia daripada bergantung serta berharap kepada-Nya, sama ada berupa hawa nafsu yang menguasai atau kemahuan yang degil atau kehendak-kehendak terhadap sesuatu yang cepat lupus dan hilang (duniawi), maka semua itu adalah ilah-ilah selain daripada-Nya. Firman Allah SWT: maksudnya;

"Kedua-dua jalan tersebut tidak akan sama selama-lamanya".

“Maka apakah orang-orang yang beriman sama dengan orang-orang yang fasiq (kafir)? Mereka tidak sama. Ada pun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka syurga-syurga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasiq, maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakan siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya.” (As-Sajadah: ayat 18-20)

“Apakah patut Kami jadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa? Mengapa kamu berbuat demikian? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan? (al-Qalam: ayat 35-36)

“Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sama dengan orang yang melakukan kerosakan di muka bumi? Patutkah pula Kami menganggap orang- akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu”. Kemudian Kami selamatkan para Rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajipan atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”(Yunus: ayat 102-103)

Sesungguhnya hati itu berada di bawah kekuasaan Allah SWT. Firman Allah SWT: maksudnya;

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya tetapi kebanyakkan manusia tidak mengetahui.”(Yusuf: ayat 21)

Firman Allah SWT dalam al-Hadith al-Qudsi (yang bermaksud):

“Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku (kekasih-Ku), Aku telah mengisytiharkan perang terhadapnya. Tidak ada cara bertaqarrub (mendekatkan diri) seorang hamba kepada Ku yang lebih Ku sukai melainkan melaksanakan kewajipan-kewajipan yang Ku fardhukan kepadanya. Namun sentiasa hamba-Ku itu berusaha mendekatkan diri kepada Ku dengan melakukan hal-hal yang sunat sehingga Aku pun mencintai (mengasihi)nya. Apabila dia telah Aku cintai, Akulah pendengarannya yang dengannya dia mendengar, penglihatannya yang dengannya dia melihat, tangannya yang dengannya dia memukul keras dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika dia memohon kepada Ku, Aku akan kurniakan dan jika dia memohon perlindungan Ku, Aku akan melindunginya. Dan tidak pernah Aku ragu-ragu pada sesuatu di saat Aku akan melakukannya seperti ragu-Ku untuk mengambil jiwa orang mu’min yang enggan mati sedangkan Aku tidak suka mengganggunya.” (Hadith Riwayat al-Bukhari)-

BERDEPAN DENGAN PERSELISIHAN PENDAPAT DALAM AGAMA

Posted by Alsyuk

Sekarang saya akan berbicara dengan saudara tentang da'wah kita berdepan dengan perselisihan-perselisihan pendapat dalam agama dan pendapat mazhab-mazhab.

Perpaduan, bukan perpecahan:

Pertama ketahuilah -- semuga Allah akan membukakan kepada saudara -- bahawa da'wah Ikhwan Muslimin tidak dibataskan kepada golongan-golongan tertentu, tidak juga menyebelahi mana-mana pendapat yang terkerial di kalangan orang ramai dengan satu bentuk yang tertentu, tanggungjawab dan ikatan yang tertentu. Da'wah Ikhwan adalah da'wah yang suci bersih dan tidak dikotori dengan sebarang warna, da'wah yang menyertai kebenaran di mana saja kebenaran itu berada, da'wah yang suka kepada kata sepakat, bencikan pengasingan diri. Sesungguhnya bala besar yang menimpa orang Islam ialah perpecahan dan perselisihan. Dan asas kemenangan mereka ialah kasih sayang dan

kesatuan. Tidak ada sesuatu yang dapat memperbaiki generasi terakhir ummat ini kecuali sesuatu yang telah dapat memperbaiki generasi yang terdahulu. Itulah formula asasi dan matlamat yang jelas bagi setiap saudara Islam, itulah 'aqidah yang termetri dalam sanubari kita, dari sana kita muncul dan ke sana kita seru.

Perselisihan pendapat satu kepastian:

Di samping itu kita mengimani bahawa perselisihan pendapat dalam masalah cabang agama adalah menjadi satu kepastian, dan kita tidak akan dapat kata sepakat dalam masalah-masalah cabang, pendapat-pendapat dan mazhab-mazhab. Hal ini adalah kerana beberapa sebab;

Diantaranya:

Kekuatan akal dalam mengeluarkan istinbat hukum tidak sama, demikian juga tidak sama dalam memahami dalil-dalil, menyelami pengertian-pengertian yang mendalam, juga tidak sama dalam menghubungkan suatu hakikat dengan hakikat yang lain, sedangkan agama adalah merupakan ayat-ayat dan Hadith-Hadith yang ditafsirkan oleh akal dan pendapat dalam batas-batas bahasa dan kaedah-kaedah yang tertentu. Dalam soal ini kemampuan manusia tidak sama, oleh itu perselisihan pendapat adalah satu kepastian. Bertolak dari sinilah sempit dan luasnya ilmu seseorang. A, sampai kepada suatu peringkat yang tidak dapat dicapai oleh B, demikianlah seterusnya. Imam Malik telah

berkata kepada Abi Ja'afar: "Sesungguhnya para sahabat RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi Wasallam telah terpisah di kota-kota dan tiap-tiap kamu itu mempunyai ilmu, sekiranya engkau memaksa mereka mengikut satu pendapat sahaja akan berlakulah fitnah ':

Termasuk juga dalam persoalan ini ialah perbezaan suasana keadaan masyarakat. Pelaksanaan hukum berbeza menurut perbezaan suasana ini. Saudara lihat Imam Shafie sendiri membawa fatwa dengan pendapatnya yang terdahulu (Qaul qadim) di 'Iraq berlainan dengan fatwanya yang baru (Qaul jadid) di Mesir, sedang beliau dalam dua keadaan ini memilih sesuatu yang jelas dan nyata baginya dengan tidak mengenepikan hak dan kebenaran dalam kedua-dua fatwanya itu.

Selain dari itu termasuk juga dalam masalah khilafiyyah ini perasaan puashati terhadap sesuatu riwayat Hadith sewaktu menerimanya. Kadangkala kita dapati seorang periwayat itu dipercayai (thiqah) menurut imam A, dan saudara berpuas hati dengannya, tidak ragu-ragu menerima sesuatu darinya, sedangkan pada waktu yang sama dan periwayat yang sama mempunyai kecacatan (illah) menurut imam B, berdasarkan pengetahuannya terhadap periwayat itu.

Termasuk juga dalam soal khilafiyyah ini perbezaan penilaian masing-masing terhadap dalil-dalil. Misalnya: A menganggap perbuatan.manusia (secara umum) lebih diutamakan dari kepentingan perseorangan, sedangkan B berpendapat sebaliknya, begitulah seterusnya.

Ijma' dalam perkara cabang

tidak dapat dilakukan

Kesemua sebab-sebab di atas membuatkan kita berkeyakinan bahawa iima' (kata sepakat) dalam suatu perkara cabang agama adalah suatu kemustahilan malah ianya bercanggah dengan tabiat agama itu sendiri. Sesuatu yang dikehendaki Allah ialah agar agama ini kekal sesuai untuk semua keadaan dan masa, cocok untuk semua zaman, dengan itu ternyatalah agama ini mudah, mencala, ringan, lembut, tidak ada kebekuan di dalamnya dan tidak ada kekerasan.

Maaf di atas perselisihan kita:

Kita mempunyai keyakinan demikian, oleh itu kita minta maaf sungguh-sungguh kepada mereka yang berselisih pendapat dengan kita dalam setengah-setengah masalah cabang dan kita berpendapat bahawa perselisihan ini bukanlah menjadi suatu halangan kepada pertalian hati, kasih sayang dan bekerjasama untuk kebaikan, tidak menjadi halangan kepada pengertian Islam yang menyeluruh dengan batasnya yang istimewa dan kandungannya yang luas hingga dapat menghimpunkan kita dan

mereka dalam satu rumpun, bukankah kita Islam dan mereka juga Islam? Tidakkah kita ingin patuh kepada hukum yang menenangkan hati kita dan mereka juga demikian? Tidakkah kita dituntut mengasihi saudara kita seagama sebagaimana kita mengasihi diri kita? Oleh itu apakah yang menyebabkan perselisihan? Kenapa pendapat kita tidak dapat dijadikan sebagai satu pendapat yang masih boleh dibincangkan. Demikian juga sebaliknya pendapat mereka? Kenapa kita tidak bertolakansur dalam suasana yang hening dan kasih sayang sekiranya di sana masih ada sebab-sebab yang mendorong kita bertolak ansur?

Para sahabat RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi Wasallam berselisih pendapat antara satu sama lain dalam memberi fatwa, tetapi adakah perselisihan ini membawa perselisihan dalam hati mereka? Adakah perselisihan ini memecahkan perpaduan atau ikatan mereka? Tidakkah perselisihan mereka dalam menentukan sembahyang asar di Quraizah merupakan satu contoh yang dekat.

Sekiranya para sahabat berselisih sama sendiri sedangkan mereka adalah orang yang paling hampir kepada zaman Nubuwwah, orang yang paling 'arif tentang qarinah-qarinah hukum, kenapa kita bercakaran sama sendiri kerana masalah khilafiyyah yang remeh dan tidak penting?Sekiranya para imam yang terdahulu telah berselisih pendapat antara satu sama lain, berbahas antara sesama mereka, kenapa kita tidak menerima apa yang telah mereka terima? Sekiranya perselisihan pendapat telah berlaku dalam masalah cabang yang masyhur dan nyata seperti azan yang dilaungkan lima kali sehari, sedangkan di sana banyak nas-nas dan athar yang bersangkutan dengan masalah ini sebagai

tempat rujukan. Bagaimana pula pendapat saudara dalam masalah terperinci (detail) yang hanya dirujukkan kepada pendapat dan istimbat.

Setelah itu di sana masih ada suatu perkara yang`harus mendapat perhatian, iaitu, bila perselisihan berlaku, orang ramai akan rujuk kepada "Khalifah" dan pegawai keamanannya. Imam (khalifah) akan bertindak memberi kata putus. Kata putus ini akan menamatkan perselisihan, tetapi sekarang di manakah khalifah itu? Kalau inilah permasalahannya, maka perkara utama bagi ummat Islam hari ini ialah mencari seorang khalifah, setelah persoalan ini selesai mereka akan dapat membentangkan kaedah-kaedah yang mereka pegang kepada khalifah, namun untuk terus dalam perselisihan yang berlarutan tanpa tempat rujuk akan membawa kepada perselisihan yang lain pula.

Ikhwan Muslimin mengetahui sudut ini, oleh itu kita melapangkan dada terhadap orang yang berselisih pendapat dengan kita. Kita berpendapat bahawa tiap-tiap kaum itu mempunyai ilmu pengetahuan yang tersendiri. Kita juga berpendapat bahawa tiap-tiap da'wah itu ada kebenaran dan kesalahannya, kita tunduk kepada kebenaran dan menerimanya. Kita mencuba dengan sedapat daya dan dengan lemah-lembut agar pihak yang berselisihan dengan kita menerima pendapat kita dengan puashati, sekiranya mereka puashati maka itulah yang diharapkan, tetapi sekiranya mereka tidak berpuashati mereka adalah tetap sebagai saudara dalam agama, kita berdoa agar Allah memberi hidayat kepada kita dan mereka.

Perangilah kemunkaran:

Ikhwan Mlislimun menyedari bahawa di sana terdapaf satu sudut dari sudut-sudut kemasyarakatan yang paling merbahaya kepada agama. Alangkah baiknya segenap tenaga da'wah ditumpukan untuk menyatukan manusia memerangi sudut yang merbahaya ini -- bahaya yang menggugat asas agama, sudut yang telah kita persetujui bersama mengingkari dan bekerja untuk menghapuskannya. Inilah manhaj Ikhwan Muslimin berdepan dengan orang yang berselisih pendapat dengan mereka dalam

masalah cabang agama Allah. Saya dapat menyimpulkan kepada saudara bahawa Ikhwan Muslimin mengharuskan perselisihan pendapat, benci kepada sifat fanatik kepada mana-mana pendapat, mereka berusaha untuk mencapai kebenaran dan hak, mendorong manusia untuk mencapai kebenaran dan hak ini dengan jalan yang paling lembut dan kasih sayang.

Jenis Virus dan Anti-Virus Dalam Kehidupan Kita

Posted by Alsyuk


Virus selalu ditakrifkan pada pandangan umum merupakan suatu penyakit atau sakit yang menjakiti kepada sesuatu.Dalam konteks Islam pula kita boleh mendefinisikan adalah marad atau sakit yang menyelubungi atau menyerang hati manusia yang lemah ,kurang daya dan jauh dirinya dari Allah.Ia merupakan suatu jangkitan yang cukup bahaya sekiranya kita tidak membendungnya daripada menular atau menyerang keseluruh badan.Benarlah,manusia seperti kita sering lupa akan nikmat yang dikurniakan daripada penciptanya.Oleh yang demikian ,kita sebagai hambanya perlu mengetahui dan mengkaji akan jangkitannya sebelum kita terlambat hingga menyebabkan hati kita tertutup,hilang peliharaan dan pengawasan Allah dan yang lebih malang kita tidak akan mendapat keredhaan Allah atas setiap amalan ,perbauatan yang kita lakukan.Sebagaimana dalam potongan hadis baginda menyebutkan bahawa “…Ingatlah sesungguhnya dalam diri manusia itu terdapat saketul daging,sekiranya baik daging itu maka baiklah seluruh anggotanya dan sekiranya rosak atau kotor daging itu maka rosaklah saluruh anggotanya,dan ingatlah bahawasanya ia adalah hati”.sahih muslim dan bukhari

Sebelum itu, kita hendaklah mengetahui apa itu antivirus ?apa fungsinya? Antivirus merupakan suatu alat pengcegahan atau agen pelemah kepada kemarakan virus yang menyerang mangsanya atau seumpamanya.Dari segi konteks Islam pula ia merupakan penawar atau makanan yang berkhasiat ,baik dan cukup zat bagi mengubati hati yang lemah kepada jalan yang benar dan dalam pangkuan Allah serta mendekatkan diri dan taat kepada –Nya.Mari kita kaji 2 jenis virus yang berbahaya ini serta sebab berlakunya dan kita cari anti-virusnya untuk kita supaya sedar dan membantu diri kita ke jalan yang diredhai Alllah.

VIRUS 1 : GHURUR

Sebab

1. Tidak cakna diri sendiri dan meninggalkan muhasabah

2. Tiada nasihat menasihati

3. Melampau dalam agama

4. Mendalami ilmu yang pelik dan masaal (tanpa amal).

5. Hanya melihat kebaikan dan lupa kepada maksiat sendiri.

6. Cenderung kepada dunia.

7. Terlalu ingin menyembunyikan kebaikan

8. Membezakan mad’u

Kesan Ghurur

· Takabbur yang tidak sepatutnya.

· Keras dengan pandangan sendiri

Tanda-tanda:

· Sentiasa merendahkan orang lain

· Sentiasa menyebutkan kebaikan sendiri

· Sukar tunduk kepada peraturan dan arahan.

Antivirus:

1. Ingatkan akibatnya yang buruk

2. Rasa perlu sederhana dalam semua perkara

3. Ingat bahawa amalan sahaja bukan penentu keselematan akhirat.

4. Sentiasa mentadabbur ayat-ayat Allah.

5. Membaca kesah-kesah salaf saleh yang ikhlas dan zuhud.

6. Mementingkan perkara-perkara yang besar dan usul.

7. Meninggalkan orang ghurur

8. Sentiasa menasihati shabat yang ghurur

9. Menolak kedudukan hadapan

VIRUS 2 : LEMAH SEMANGAT

Sebab :

1. Tasyaddud dan melampau

2. Terlalu banyak bergeluman dengan perkara harus

3. Meninggalkan jamaah dan suka menyendiri

4. Kurang mengingati mati dan akhirat

5. Melalaikan amalan harian

6. Makan/minum atau menggunakan perkara yang haram

7. Melibatkan diri dalam kerja Islam yang juz’i.

8. Membebani badan lebih dari kemampuan.

9. Tiada bersedia menghadapi kesukaran.

10. Berkawan dengan orang yang lemah.

11. Melakukan kerja Islam secara spontan dan tiada panduan.

12. Melakukan dosa walaupun kecil dan merasa senang dengannya.

Kesan:

Kurang pahala - dan kemungkinan mati dalam keadaan begitu.

Lambat sampai kepada matlamat

Ubat:

1. Menjauhkan diri dari maksiat besar dan kecil.

2. Melazimi amalan harian

3. Menghidupkan waktu yang afdhal dengan amalan.

4. Mencampakkan diri ke dalam jamaah dan rela diatur.

5. Memahami hakikat sunnatullah.

6. Memahami tabiat jalan dakwah

7. Memahami dan menuruti manhaj amal Islam yang betul.

8. Sentiasa bersama dengan orang yang berhimmah tinggi.

9. Menghiburkan diri sekali sekala.

10. Sentiasa menatapi buku sirah dan kisah salafus-soleh.

11. Mengingati mati

12. Menghadiri majlis ilmu.

Sedara-sedari sekalian sudah pasti mengetahui 2 jenis virus tersebut dan kadang-kadang kita tidak perasan atau rasa akan kehadiran dalam diri kita.Jadi berikut merupakan beberapa jalan taua kaedah untuk mengatasinya.Namun tidak dapat dinafikan ada cara atau alternative yang lebih teguh dan jitu untuk mencegahnya.Semoga kita dapat mengambil intipati daripada coretan yang dinukilkan.Hal ini penting buat kita dalam memastikan peranan kita di atas muka bumi ini bukan hanya belajar , menutup ilmu dan sebagainya tetapi ada peranan dan misi yang penting kenapa Allah jadikan kita atas muka bumi ini.Saya tinggalkan persoalan ini semoga sedara-sedari sekalian dapat menjawabnya bila kita memperhatikan akan nikmat-Nya dan menghisab kembali amalan yang kita lakuakan sama ada diterima Allah atau sebaliknya…maassalamah